[Aceh] – Meunineum/Keumaweueh, Upacara Untuk Ibu Hamil


Pada waktu hamil pertama seorang istri, yang dinamakan Meutijeuem, sampai pada waktu hamil 5 bulan, oleh pihak orang tua perempuan yang hamil tersebut diadakan sedikit kenduri dengan disertai nasi ketan dan dipanggil ahli famili dari pihak istri yang hamil. Setelah ahli famili dari pihak istri berkumpul, maka diadakan upacara basuh Kepala (Rhah Ulee). Kedua-dua laki istri, dengan sedingin-setawarkan (Peusijuek) dengan beras padi, yang dilakukan oleh ibu dan ahli famili dari perempuan yang sedang hamil.

Selanjutnya oleh pihak ibu perempuan yang hamil tersebut diantarkan nasi ketan tadi kepada pihak orang tua suami dari perempuan yang sedang hamil tersebut, sebagai pertanda atau sebagai ganti membari kabar, bahwa anak perempuannya telah berada dalam keadaan hamil 5 bulan.

Oleh pihak ibu (orang tua) si suami, nasi ketan yang diterima dari orang tua perempuan (besannya) dibagi-bagikan kepada ahli famili dari pidak si suami, untuk menyatakan bahwa menantunya yang perempuan telah hamil 5 bulan, yaitu suapaya diketahui oleh ahli famili.

Barulah setelah itu, pihak orang tua dari si suami beserta ahli famili mengantarkan makanan dan buah-buahan kerumah menantunya yang sedang hamil, yang disebut Meunieum.

Upacara meunieum ini ada juga dilakukan sewaktu seorang istri hamil setelah 7 bulan. Bahan makanan yang dibawa oleh pihak orang tua si suami ialah Bu Kulah yaitu nasi putih yang dibungkus dengan daun pisang berbentuk Piramid di dalam hidang, bu leukat (nasi ketan) untuk peusunting meunantu yang sedang hamil, disertai Ayam Panggang dan Tumpou.

Lauk pauk nasi ialah Ikan, Daging yang dimasak berbagai macam, Telur Ayam dan Telur Itik rebus, Jreuk dan lain-lain masakan yang disusun di dalam hindang berlapis-lapis (hiding meulampoh). Buah-buahan yang dibawa ialah segala macam buah-buahan yang ada, termasuk buah-buahan untuk rujak (seunicah) sebanyak satu keranjang besar.

Selain itu juga ada dibawa kue-kue (Peunajoh) basah dan kering. Maksud tujuan dari upacara adat Meunineum ini pada mulanya ialah lebih menguatkan rasa persaudaraan antara kedua belah pihak (suami-istri) dan utnuk lebih menguatkan silaturrahmi antara sesame ahli famili. Makanan yang dibawa ini dibagi-bagikan juga kepada famili pihak istri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: