[Aceh] Tari Saman


Di level dunia, salah satu budaya yang kerap dipertontonkan seniman Indonesia adalah Tari Saman dari Nangroe Aceh Darussalam.  Puluhan penari [bisa genap atau ganjil], bertepuk tangan, menepuk dada atau paha secara seragam dan berirama.

Dalam bahasa Gayo gerak tarian ini disebut dengan gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring. Sinkronisasi, kekompakan gerakan dan nyanyian menuntut para penarinya untuk benar-benar konsentrasi. Salah-salah mereka bisa saling bertabrakan.

Eh, apa sebenarnya Tari Saman itu?  Konon Nama “Saman” sendiri berasal dari nama salah satu ulama besar Aceh yaitu Syech Saman. Awal hanya ditujukan sebagai salah satu cara untuk menyebarkan agama Islam.

Pada masanya, tarian ini digelar hanya pada perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun dalam konteks modern saat ini, tarian ini juga kemudian dipergelarkan untuk menyambut tamu dan acara pembukaan festival budaya lainnya.

Keunikan  tarian ini, yakni tidak diiringi musik sama sekali. Musik pengiring hanya berasal dari suara yang dinyanyikan oleh para penarinya. Biasanya menggunakan bahasa Arab atau bahasa Gayo Aceh. Nah, nyanyian inilah yang berisi dakwah dan syiar  tentang ajaran Islam.

Anda tertarik mempelajarinya? [ameL – 3 desember 2009]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: