ANGKLUNG : Keajaiban Nada Bambu!


Konon, kontemplasi itu nikmat ketika kita mendengar desiran angin di serumpun bambu? Benarkah? Bisa jadi benar. Ketika bambu jadi alat musik, ternyata punya nada yang indah.

Angklung adalah “keajaiban” bambu itu. Dan tatar sunda- lah yang menjadikannya indah. Yap, angklung adalah alat musik dari bambu yang kini jadi salah satu alat musik tradisional Indonesia Sederhana saja,  dari sebilah bambu, dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah nada.

Sekadar tambahan, angklung pernah diklaim oleh Malaysia sebagai warisan budayanya. Padahal Angklung telah tercipta sejak ratusan tahun lalu di Indonesia khususnya Jawa Barat. Mitos yang berkembang, angklung dibuat sebagai penghormatan dan persembahan terhadap Sri Pohaci  (Dewi padi).

Ritualnya adalah petani-petani itu menabuh bambu-bambu sederhana untuk mengiringi syair yang berisi pujian agar panen padi mereka berhasil sekaligus sebagai tolak bala. Selain itu angklung digunakan oleh raja-raja sunda masa itu untuk memberi semangat rakyatnya melawan penjajahan. Sehingga saat itu Hindia Belanda sempat melarang permainan angklung.

Tidak mudah membuat angklung. Bambu yang cocok adalah bambu hitam (awi wulung) atau bambu putih (awi temen). Bunyi atau laras nada keluar dari tabung bambu yag berbentuk wilahan. Masing-masing bambu disusun sedemikian rupa, ada yang besar ada yang kecil sehingga menghasilkan satu nada.

Adapun cara memainkan angklung adalah dengan menggoyang-goyangkan wilahan bambu tersebut secara bergantian tergantung solmisasinya. Hasilnya keluarlah bunyi khas bambu yang selaras dan unik. [ameL – 3 desember 2009]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: