[Jawa Barat] Budaya Sasingaan di Subang


PERNAH melihat tarian dengan singa sebagai ikon?  Betul. Namanya Sisingaan. Kalau diartikan dalam bahasan Indonesia, artinya  Singa tiruan. Sisinggan adalah budaya khas daerah Subang Jawa Barat. Konon, tarian ini muncul sebagai bentuk perlawanan rakyat Subang dulu terhadap penjajahan Belanda. Penggambarannya adalah singa kembar sebagai simbol penjajahan Belanda kala itu.

Tarian ini biasanya dimainkan sekitar 2-4 orang. Mereka memanggil tandu yang di atasnya ada singa tiruan. Bukan perkara mudah pastinya, karena singa tiruan itu  juga tidak ringan.

Dulu, baik gerak, kostum atau musik pengiringnya masih sederhana. Belum terlalu rancak seperti sekarang ini. Seiring perkembangan jaman, Sisingaan kemudian jadi ikon budaya masyarakat Subang dan mengalami penyempurnaan. Gerakannya makin dinamis dan rancak, dipadu dengan kostum yang warna-warnanya ngejreng, menarik perhatian. Musiknya ditambahkan alat seperti berbagai perkusi lain, seperti bedug, genjring, sehingga terdengar lebih ramai.

Kesenian ini memang ikon Subang.  Sampai sekarang, ada sekitar 200 grup Sisingaan, yang kerap ditampilkan dala, acara –acara budaya, bahkan perhelatan seperti kawinan atau sunatan. Kalau khitana, biasanya si anak yang dikhitan naik di atas panggung singa dan diarak sambil menari.

Selain itu, ada penambahan ‘aksi panggung’ untuk lebih menarik. Yang paling terkenal adalah ‘jajangkungan’  dimana beberapa orang memakai enggrang sekitar 3-4 meter, ditambah bunyi petasan.  Kesannya rame. [ameL- 11 november 2009]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: