[Jawa Tengah] Prosesi Upacara TEDAK SINTEN


“Waah.., bayiku bisa berdiri sendiri.”
Ingat nggak dengan iklan celetukan seorang ibu kepada anak bayinya yang baru bisa berdiri? Ternyata di beberapa daerah, peristiwa bayi bisa berdiri sendiri, dirayakan dengan upacara khusus. Salah satunya di Jawa Tengah yang dikenal dengan ucpara Tedak Sinten.

Tedak Sinten dalam bahasa Indonesia kira-kira berarti Turun Tanah Upacara adalah ucapan rasa syukur kepada Tuhan karena bayi mereka yang berumur kurang lebih 7 tahun sampai 8 bulan mulai menapakkan kakinya di atas bumi. Artinya, si anak juga akan bisa berjalan sendiri.

Dalam upacara adat ini biasanya si bayi akan diangkat oleh ibu/ayahnya menaiki beberapa buah anak tangga bambu. Kemudian perlahan-lahan turun kembali menapaki anak tangga itu menuju tanah. Nah, prosesi inilah yang kemudian terkenal dengan nama Tedak Sinten.

Ang unik, bayi tersebut juga dimasukkan dalam sebuah kurungan ayam. Disana diletakkan berbagai mainan. Nah, jika bayi tersebut memilih salah satu mainan tersebut, katakanlah sebuah gitar mainan, maka dianalogikan kelak anak tersebut kelak akan pandai bermain musik. Tentu saja itu hanya sebuah symbol dan harapan baik orang tua untuk anaknya

Sayangnya, upacara itu kini makin dilakukan. Malas, enggan atau biaya yang cukup besar menjadi alasan tidak diadakannya upacara ini. Beberapa golongan masyarakat, kini lebih banyak kalangan menengah ke atas, masih melakukan ucapara Tedak Sinten. Yah dijaga deh biar nggak punah juga. [ameL – 16 desember 2009]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: