4000 Pohon Untuk Restorasi DAS Ciliwung


ADA suasana yang berbeda Selasa [02/02] lalu di Desa Cikoneng Kab. Bogor. Hari itu dianggap hari yang penting bagi masyarakatnya, karena dimulainya penanaman 4000 pohon di daerah tsb yang merupakan hulu dari Daerah Aliran Sungai [DAS] Ciliwung. Acara ini diprakarsai oleh WWF Indonesia yang dibiayai oleh salah satu perusahaan ponsel terkenal NOKIA.

Acara yang dihadiri oleh Dirjen Rehabilitasi Hutan dan Lahan Perhutanan Sosial [RLPS] Departemen Kehutanan, Indriastuti, menyambut baik inisiatif Nokia – WWF ini.

“Dukungan ini sangat luar biasa untuk ikut mensukseskan program restorasi yang terus diupayakan pemerintah. Jika Pebruari 2009 lalu kami mencanangkan program One Man One Tree, maka Pebruari 2010 kami menaikkan target menjadi OBIT, One Billion Indonesian Trees for the World. Dan penanaman pohon hari ini menandai penanaman pertama dalam target OBIT kami,” ungkapnya lugas.

Terpilihnya DAS Ciliwung seluas 10 hektar untuk program penghijauan ini, karena dianggap daerah ini sebagai salah satu zona prioritas Departemen Kehutanan. Disamping itu WWF merasa bahwa harapan masyarakat Jabodetabek akan pemulihan dan penyelamatan lingkungannya sangat besar, karena dampaknya pun akan dirasakan hajat hidup orang banyak di Jakarta dan sekitarnya.

“Sementara ini memang kami lebih banyak fokus pada daerah-daerah di luar P. Jawa seperti Kalimantan, Lombok dan Sumatera,” ujar Direktur Kebijakan WWF Foead Nazir.

Seandainya perusahaan-perusahaan besar tidak hanya cari untung, tapi juga sadar lingkungan, pasti makin hijau Indonesia. Setuju? [ameL]

4 Komentar (+add yours?)

  1. Ismail Agung
    Feb 18, 2010 @ 03:18:49

    Tapi musti ati-ati mel, kadang perusahaan-perusahaan yang tiba-tiba bikin event lingkungan tapi nggak mengubah tingkah lakunya terhadap lingkungan cuman ngejar image bahwa mereka adalah perusahaan yang ramah lingkungan (membohongi publik) udah mulai banyak bermunculan. Berkesan seperti menghapus dosa di masa lalu, dosa masa depan ntar bikin lagi eventnya… Ckckck

    Balas

    • amelzone
      Feb 18, 2010 @ 06:16:06

      benar. agak sulit sebenarnya pengawasan terhadap perusahaan2 itu. tapi saya coba berpikir positif, kalau mereka memang punya niat baik. semoga memang tidak ada maksud udang dibalik batu…..

      Balas

  2. Ismail Agung
    Feb 18, 2010 @ 11:49:54

    klo ada udang di balik batu kita bikin terasi aja, hehehehe.

    oia, istilah udang dibalik batu tentang lingkungan disebutnya greenwashing. Baru baca kemaren…

    ternyata kasusnya lumayan banyak.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: