Jakarta & Banjir: Sudah Seperti Saudara Kembar


DALAM kepercayaan masyarakat Tionghoa, menjelang Imlek apalagi ketika hari Imleknya tiba, hujan merupakan berkah yang berarti akan mendatangkan rejeki dan kemakmuran. Tapi lain lagi persoalannya jika hujan yang terus menerus itu mengguyur kota Jakarta. Sudah bisa ditebak kan, “rejeki” banjir pasti sudah menghadang di depan mata.

Itulah yang terjadi kemarin [14/2/2010]eberapa wilayah di Jakarta. Berbarengan dengan hari Imlek sekaligus hari yang menurut anak muda adalah hari kasih sayang, masyarakat daerah Kampung Melayu dan Rawa Jati Kalibata Jakarta Selatan malah sibuk dengan urusan banjir yang setiap tahun pasti datang. Selain di beberapa tempat lain, 2 daerah itulah yang terlihat paling parah.

Alhasil, tumpukan sampah setinggi 4 meter teronggok menutupi kolong jembatan Rawa Jati. Pemda DKI mengerahkan 2 unit alat beratnya dan Beco serta truk untuk mengangkut sampah yang terdiri dari kayu, batang pohon dan sampah rumah tangga itu.

Selama 2 hari mereka tak henti bekerja mengangkat onggokan sampah yang bukan alang kepalang banyaknya.Untunglah, banjir kali ini tidak memakan korban jiwa. Informasi yang cepat dari Kelurahan setempat dan pengalaman sebelumnya membuat masyarakat segera bersiaga dan mengantisipasi jika terjadi banjir.

Inilah sebagian potret kota Jakarta yang setiap tahun selalu menjadi langganan bagi “kolam” dadakan. Problema klasik sih sebenarnya, tapi tetap saja bermasalah. Janji-janji mengurangi banjir, tampaknya hingga detik ini masih tinggal janji. Jadi, “selamat” berbanjir terus deh kalo begitu…..[ameL]

3 Komentar (+add yours?)

  1. sedjatee
    Feb 17, 2010 @ 03:21:56

    yup… tak sekadar saudara kembar, tapi suami isteri..
    tanya kenapa??? jawabnya ada di Bung Foke dan pak Beye..
    salam kenal..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

    Balas

    • amelzone
      Feb 17, 2010 @ 03:25:47

      salam kenala juga mas. yah, kita cuman bisa prihatin bukan? teriak sana-sini, tulis sana-sini, terus berharap. tapi biarkan saja kita bersuara. saya sih selalu bertanya, masih mungkin nggak jakarta nggak kebanjiran. makasih sudah mampir ya mas….

      Balas

  2. Ismail Agung
    Feb 18, 2010 @ 03:10:18

    Nggak minat saya sama jakarta…
    Bandung juga udah mulai sering meluap klo hujan tiba…

    Ah, dimana-mana banjir. Mending pulang kampung aja deh.

    Pada sibuk bikin aksi menanam, tapi kok nggak ada aksi memelihara? Ckckck, hebat!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: