Terusan Sulawesi, Perbaikan Ekonomi Memang Harus Merusak Alam?


Facebook bisa jadi kekuatan penekan loh. Tidak percaya? Alih-alih ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya perkembangan Pulau Sulawesi, tapi kalo ekosistem alam yang dikorbankan apa masih pantas mendapat dukungan?

Begitulah kira-kira yang ingin disampaikan oleh para penggiat lingkungan dan masyarakat Indonesia melalui Grup facebooker yang mendukung aksi Batalkan Pembangunan Terusan Sulawesi. Loh ada apa ya?

Ternyata hal ini berkaitan dengan rencana Pemerintah Daerah Sulawesi yang ingin membangun sebuah Terusan. Rencana pembuatan terusan yang akan dinamakan Terusan Khatulistiwa ini, kontan saja menuai penolakan dari masyarakat, terutama pemerhati lingkungan yang kemudian membentuk komunitas di facebook yang didirikan 12 Pebruari lalu ini.

Sebenarnya wacana itu sudah muncul sejak Januari 2008 silam pada Musyawarah Sulawesi IV di Palu, dimana 6 Gubernur Sulawesi memprakarsai dibangunnya Terusan Sulawesi dengan dalih percepatan ekonomi daerah. Terusan ini akan memotong daratan sekitar 30 kilometer di wilayah Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi-Moutong. Dengan begitu jarak transportasi laut dari wilayah timur Pulau Sulawesi menuju wilayah barat Indonesia, serta ke Filipina dan Malaysia akan lebih pendek.

Dalam pandangan Fadel Muhammad yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur Gorontalo, hal ini merupakan terobosan yang akan memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan ekonomi daerah dan kawasan Sulawesi, bahkan nasional, seperti dilansir oleh Antara.

Namun dibalik keinginan yang sekilas tampak akan memberi kemajuan di bidang ekonomi, ada harga yang harus dibayar mahal. Yang sudah pasti adalah rusaknya ekosistem Sulawesi yang terkenal kaya akan keeneragaman hayati yang khas dan termasuk dalam Zona Wallacea.

“Terusan ini akan merusak sistem arus laut dunia dan ekologi kawasan teluk Tomini dan Laut Sulawesi, “ ujar salah satu facebooker Fadly. Y dalam statusnya.

Sementara Roy Salam, aktor yang memang berasal dari Sulawesi ini dalam facebooknya menilai akan sangat berbahaya untuk kelangsungan generasi dan keseimbangan alam Sulawesi, jika terusan ini keukeuh akan dibangun.

“Masih banyak sumberdaya alam lain yang bisa digali jika orientasinya ekonomi, tak perlu dengan membuat terusan,” tulisnya mantap.

Dan yang lebih gawat, bukan tidak mungkin dengan dibangunnya terusan ini, maka permukaan air laut akan naik karena pemanasan global. Dan bayangkan, P. Sulawesi mungkin akan cepat tenggelam dan hanya akan tinggal kenangan. Ih.. serem. [ameL]

3 Komentar (+add yours?)

  1. Ismail Agung
    Mar 07, 2010 @ 06:38:37

    Setuju, jangan sampai deh sulawesi yang terkenal karena endemisitas-nya yang tinggi hilang begitu saja akibat niat sesaat…

    Bicara tentang ekonomi, jadi inget liputan saya tentang event greenlifestyle oleh anak-anak fakultas ekonomi Unpad.

    Balas

  2. amelzone
    Mar 07, 2010 @ 08:01:45

    mas agung, sebenarnya sulawesi sudah bergerak dengan mengadakan beberapa event berskala internasioal soal lingkungan. endingnya adalah sail bunaken. tapi tampaknya perspektif yag dilihat masih ekonomi dan wisata, sementara sudut pandang pelestarian lingkungannya masih ambigu.

    loh liputan apa mas dulu?

    Balas

  3. Ismail Agung
    Mar 07, 2010 @ 15:36:38

    yup betul..

    seingat saya dulu di sulawesi itu basis-nya ekowisata Indonesia (makna ekowisata disini benar-benar ekowisata, dimana pengunjungnya bukan hanya menikmati sajian alamnya, tapi juga belajar tentang edukasi lingkungan juga)

    hampir banyak peneliti dan juga wisatawan mancanegara yang datang ke sulawesi sekedar untuk melihat yang namanya Anoa, monyet Yaki, dan si monyet mungil Tarsius yang tidak pernah orang-orang temukan secara alami di tempat-tempat lain. dan mereka rela untuk membayar mahal. tapi ternyata pemahaman ekowisata justru tidak sesuai dengan maknanya atau perencanaan yang seharusnya (biasa masalah birokrasi, pengennya cari untung cepat)

    malah kegiatan sebelum sail bunaken pernah juga diadakan sekitaran 2004 yaitu Ekspedisi Wallace yang melibatkan para mahasiswa baik dalam negeri dan juga luar untuk mengungkap rahasia kekayaan Sulawesi yang sangat unik.

    liputan tentang event greenlifestyle. http://agungsmail.wordpress.com/2010/03/06/show-your-love-for-environment/

    tapi belum banyak menjawab tentang yang namanya ekonomi hijau… otak saya nggak nyampe ke arah sana.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: