’HAMPA’


Mengutip kata-kata seorang teman…

”Disana Tersedia Luka,
Disana Tersaji Emosi,
Tapi, disana Terentang Tali Cinta,,,”
——————————————–

Haruskah yang ada menjadi tiada hanya karena guratan kecewa… meski riak-riak ini pernah ada sebelumnya, namun slalu dapat kutambatkan jauh dalam relung hatiku.

Saat ini,,aku berkaca dan menatap diri bagai hembusan angin yang berlalu tanpa suara. Hanya dinginnya menyelinap diantara ruang-ruang hati,,, dan hampir membeku.

Tunggu,,, jangan dulu kau beku… aku masih selalu sediakan waktu untuknya, sama seperti waktu-waktu yang lalu, ketika itu aku terluka… bagai teriris terompet sangkakala, terbenam dalam linangan air mata. Sekuat tenaga kuenyahkan rasa yang membara,,, dan berhasil! Aku kembali untuknya,,, untuk segenggam cintanya…

Berapa banyak genggam cinta yang kupunya untuknya,,, entahlah aku bahkan tak bisa menghitungnya, mungkin bukan genggam, namun tumpukan. Berapa genggam dia punya untukku,,,, aku tak tau,,,tak pernah tau….

Aku ingin menata hatiku,,, menjaga agar tumpukan itu tak terkikis angin dan perlahan menipis tersaput kabut. Namun masihkah aku mampu,,, meregang dalam kecewa yang tanpa batas,,, Jika aku saja tak mampu menakar hatinya untukku, masih perlukah aku membagi tumpukan cintaku untuknya,,, yang [mungkin] akan dia buang ketika aku [sebentar saja] menolehkan muka,,, aah… aku terlalu berburuk sangka,,,

Hening,,, sadarkan aku,,, lepaskan dengan tenang semua ganjalan jiwa hingga aku bisa dengan tegar berdiri. Menganyam kembali serpihan-serpihan hati tanpa tertinggal sekecil apapun lukanya,,, Aku ingin kembali percaya,,, percaya pada hatiku yang satu dan menyingkirkan bisikan hatiku yang lain tentang dia,,, dia tak seburuk yang kau kira,,,

Lihat! Disana memang ada luka, tersaji emosi, namun teregang tali cinta yang nyata,,, di hatiku masih selalu ada cinta,, yang akan tetap kugenggam entah sampai kapan,,, esok… lusa… atau selamanya??? Atau sampai aku lelah dan terduduk di sudut karena aku merasa kalah,,,, entahlah,,,

Sukabumi, Coretan hati [Akhir Nop-Des ’10]

1 Komentar (+add yours?)

  1. airputihku
    Des 14, 2010 @ 04:50:26

    tulisan yang bagus secara emosi, terlibat secara rasa dan membawa pada peristiwa yang terjadi. pertanyaannya adalah, emosi siapa, rasa apa dan peristiwa ini dialami dengan siapa? tetep menulis ya…….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: