KEMBEN…OH…KEMBEN…


Di Indonesia [bahkan mungkin di beberapa negara lain],,,kemben sebenarnya adalah sejenis pakaian. Berbusana kemben terutama di Jawa [Tengah] dan Bali merupakan warisan tradisional turun temurun yang memang sudah digunakan sebagai pembalut tubuh pada saat itu. Apalagi untuk kalangan keluarga kerajaan dan keraton. Hingga saat inipun dalam setiap acara-acara kerajaan, abdi dalem dan para pengikutnya masih sering kita lihat mempergunakan kemben tradisional untuk menutupi tubuhnya.

Di Bali sana, kemben diperkenalkan oleh Pemerintah Belanda yang saat itu tengah berkuasa. Konon ratusan tahun yang lalu masyarakat Bali [wanita] memang sudah terbiasa tidak menggunakan penutup dada dalam kegiatan sehari-harinya meskipun bukan berarti mereka tidak mengenal cara berbusana. Namun karena itu merupakan budaya yang sudah melekat, maka hal itu dianggap biasa hingga kemudian diperkenalkan cara menggunakan kemben.

Sampai saat inipun, meski kemben sudah tak lagi digunakan sebagai pakaian sehari-hari, namun baik di Jawa maupun Bali kita masih bisa menemuinya dalam upacara adat pernikahan yang digunakan oleh pengantin baik pria maupun wanitanya. Di Jawa, kita mengenal dengan pakaian adat yang disebut “basahan”, bahkan di makam Imogiri Jawa Tengah, peziarah malah diharuskan berganti kostum kemben ala jaman dulu sebagai syarat untuk berziarah.

Seiring berjalannya waktu, ditambah oleh adanya pengaruh kebudayaan dari luar [Barat], saat ini kemben kembali marak digunakan khususnya di kalangan remaja. Memang mungkin kemasan dan namanya saja yang berubah sedikit lebih modern dengan istilah tank top dengan berbagai bentuk dan warna.

Kalau dulu masyarakatnya memang masih primitif serta belum banyak tahu tentang cara berpakaian hingga kemben merupakan cara yang dianggap baik untuk menutup tubuh pada saat itu, sekarang ini budayanya sudah bergeser drastis… Wanita-wanita muda dengan santai dan tanpa malu-malu bersliweran menggunakan tank top yang katanya sedang “in”. Bahkan beberapa kali lewat media, kita disuguhi oleh adegan [yang meski tanpa sengaja] melorotnya kemben penutup dada artis-artis Indonesia hingga memperlihatkan bagian tubuh yang tentu saja bikin heboh para penontonnya….ck..ck..ck..

Hhmm.. menurut saya pribadi, seyogyanya jika memang itu adalah warisan budaya, pakailah sesuai tempat dan waktunya. Soalnya terkadang meskipun sudah sesuai tempat dan waktu, terlepas dari apa yang mereka pikirkan, ada aja orang yang masih [penasaran] pengen liat dan liat lagi…jangankan secara langsung, sampai gambar fotopun diperbesar demi ingin lihat siapa pemakainya…haha..so funny…Gimana kalau dipakainya secara sembarangan ya..?? Jikapun saat ini tengah in pakaian kemben nan sexy, mbok ya tetap perhatikan etika dan kesopanan cara berbusana serta jangan tinggalkan adat ketimuran yang juga merupakan warisan turun temurun bangsa kita….apalagi saat ini berbaur dengan pakaian muslim yang tertutup dengan sopan dan rapi. Jadi gak kelihatan “pating jomplang” gitu loh…haha…

Dan yang paling aman kalau mau “kembenan” ya tentu saja di rumah sendiri setelah selesai mandi alias kembenan handuk… hahaha… dijamin deh gak ada yang bakal liat selain keluarga sendiri dan relatif aman dari sorot mata-mata liar tentunya…sambil ngaca kita bisa bergumam [narsis]… “Kalo gue dah pake kemben ini…yang lain pasti lewaaaat…..” wkwkwkwk… Maaf [alinea terakhir] ini cuma intermezzo…

AmeL…….Des’10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: